Selamat Datang

Selamat datang, selamat membaca ceritaku yang sederhana

13 Juli 2015

Mencintai Tuhan Yesus adalah Keputusanku Sendiri

Jam 23.51 (12/7/2015) Hari minggu yang penuh berkat.

Walaupun tak ke gereja, tapi Tuhan Yesus masih mau membimbing dan mengajarkan diriku ini tentang kebenaran akan diriNya dengan cara yang luar biasa.

Hari ini kuhabiskan dengan melanjutkan pekerjaanku yang semalam, kemudian menonton 3 film komedi di YouTube. Kemudian aku membuka facebook, dan ada salah seorang teman yang mengeshare sebuah post di sebuah blog tentang kesaksian rohani kristen. Post di blog tersebut menceritakan sebuah acara di sebuah saluran televisi swasta yang bertujuan untuk uji nyali, yang diikuti oleh seorang perempuan Kristen dan seorang laki-laki dari agama sebelah.

Singkat cerita selama uji nyali tersebut dilakukan sang perempuan menyebut-nyebut nama Tuhan Yesus dan kemudian menyanyikan sebuah lagu rohani, yang kemungkinan besar dilakukannya karena efek kebiasaannya dan kepercayaannya yang besar kepada Tuhan Yesus, bahwa Tuhan Yesus mau membantu menjaga dia dari makhluk-makhluk dunia lain yang kemungkinan ada disitu (sang perempuan menceritakan benda-benda disekitarnya bergerak sendiri). Dan kemungkinan besar ia ditolong oleh Tuhan Yesus dan ia sama sekali tidak diganggu.

Akan tetapi laki-laki yang berada di ruangan sebelah yang malah kerasukan, yang kesimpulan akhirnya setelah ditanya-tanya oleh sang pembawa acara, laki-laki tersebut dirasuki oleh siluman kera dan kemudian siluman ular, secara bergantian, yang kemudian diusir oleh seorang ahli dari agama sebelah. (Wah, ngeri juga ya, asli atau cuma rekayasakah? )

Cerita mengenai kejadian itu rupanya banyak menimbulkan komentar dari beberapa orang yang beragama sebelah. Sebagian besar isi komentar mereka tentang agama merekalah yang paling benar. Kemudian menghina dan menyangkal bahwa Yesus bukanlah Tuhan, dengan mengeluarkan ayat-ayat dari kitab mereka, dan juga ayat dari Alkitab yang hanya mereka kutip sepenggal-sepenggal.

Membaca komentar-komentar mereka malah membuat orang seperti saya yang punya OTAK labil menjadi goyah. Apalagi beberapa hari yang lalu aku sempat membaca sebuah rangkuman dialog debat antara seorang Pendeta dengan seorang perempuan yang dulu Kristen dan sekarang beragama sebelah dan kemudian menentang ajaran Kristen. Dan dalam dialog tersebut sang Pendeta kalah, karena rupanya sang perempuan ini sudah menghafal seluruh isi Alkitab, dan tahu ayat dalam Alkitab mana yang dapat mengalahkan sang pendeta dalam debat itu.

Wah, bagaimana mungkin seorang yang menghafal seluruh isi Alkitab berpaling dari Tuhan Yesus? Itulah pertanyaan terbesarku saat itu pada Tuhan Yesus. Tak lama, aku mendapatkan bisikan dalam hati kecilku tentang jawaban akan pertanyaan itu. Rupanya sang perempuan itu pernah sekali diberi ujian oleh Tuhan Yesus dan ia gagal melewati ujian itu. Ujian itu terjadi ketika sang perempuan ini berdoa meminta sesuatu dan ia tidak mendapatkannya, yang kemudian berujung pada penyangkalan dan keraguannya akan Tuhan Yesus.

Sungguh sangat disayangkan. Semoga ia bisa menemukan jalan kembali ke rumahnya yang sesungguhnya, karena ia ibarat anak yang hilang, dan jika ia mau kembali, Tuhan Yesus sebagai Bapa akan selalu menerimanya kembali. Amin

Kembali ke komentar-komentar pada cerita sebelumnya. Ya, para komentator dari agama sebelah memang pandai membangun keraguan, jika salah-salah menanggapi dan terbawa suasana, orang yang punya OTAK labil seperti aku ini bisa mengalami keraguan seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi. Untung saja Tuhan Yesus masih dan aku percaya akan selalu membimbingku dan tidak akan melepaskanku.

Ketika kubaca komentar-komentar sampai kebawah aku mendapatkan sebuah komentar yang paling bagus dan secara keseluruhan bersifat netral, akan tetapi ada sesuatu yang tepat menusuk hati kecilku.

" Saya kristen, terlepas dari siapa Yesus sesungguh nya di akhir nanti itu tidak masalah, sekalipun keyakinan saya yg harus salah dan keliru pada akhir nya nanti itu tidak mengapa sebab mencintai Nya adalah keputusan saya sendiri ( love Him with all my heart,soul, and mind), dan konsekuensi nya juga saya yg jalani nanti :) "

Komentar itu membuatku merinding, membuat hatiku menangis, mataku pun menangis, menyesali kenapa aku kadang-kadang meragukanNya. Padahal sudah kurasakan jelas selama aku bernafas betapa besar kasih sayangNya padaku. Aku ingat bahwa pernah aku terpuruk dan Dia mengingatkanku dengan kasihNya dan kemudian menyemangatiku kembali. Begitu banyak berkat yang kuterima dariNya. Apa yang kuminta dalam namaNya selalu kudapatkan. Dan semua yang kulalui selama ini telah diberkatiNya dan kurasakan adalah yang terbaik untukku.

TERIMA KASIH TUHAN YESUS ☺

MENCINTAIMU TUHAN ADALAH KEPUTUSANKU SENDIRI, DAN SEGALA KONSEKUENSINYA AKAN KUJALANI, DAN KUPERCAYA BAHWA SEMUA ITU BAIK ADANYA 😊

Jam 01.15 (13/7/2015) Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar