Kamis 14.23 (16/7/2015) Wah, tiga hari tak menulis cerita. Sang MALAS menyerang, aku tak kuasa, dia menyerang pusat saraf ideku, sehingga aku tak mendapatkan ide apa yang harus ku kerjakan untuk menghasilkan sesuatu. Penghasilan tambahan misalnya.
Cerita dari tiga hari yang lalu.
Hari Senin. Hari yang diharapkan sebagai hari gajian rupanya bukan, sang BOS menundanya, katanya gajian hari rabu, hari terakhir bekerja dalam 1 minggu ini, karena hari jumat sampai selasa libur, karena hari raya kepercayaan sebelah. Wah, semua rencana di hari sabtu yang lalu tak berjalan sesuai keinginan. Kecewa. Apalagi duit tinggal 75 ribu. Terpaksa mengakali dengan membeli satu pack/lusin telur dan 2 bungkus mi instant, sebagai rencana lauk dalam tiga hari kedepan.
Hari Selasa sarapan dengan mi instant. Dan kemudian siangnya kerja di tempat sang BOS. Sorenya aku terkejut, adekku yang kemarin ku pinjam uangnya datang ke rumah kontrakan kami, rupanya mereka libur. Wah, kupikir mau nagih yang kujanjikan kemarin, heheh. Kulanjutkan kerjaanku yang dari tempat sang BOS, agar besok cepat selesai jadi hari kamis tak perlu ke rumah sang BOS lagi. Karena kata sang BOS jika selesai rabu, maka tak perlu kerja hari kamis, sekalian libur sampai selasa, hari rabu depan baru kerja lagi.
Hari Rabu, paginya kulanjutkan kerjaan yang semalam, jam 10 lebih selesai juga. Siangnya jam 12 ke rumah sang BOS, karena semalam disuruh agar cepat datang, biar cepat pulang. Wah, aku sih merasa senang kalau begitu. Di jalan macet sekali, karena orang-orang sibuk berbelanja untuk kebutuhan perayaan hari raya mereka. Sampai juga di tempat sang BOS setelah satu jam perjalanan. Bekerja beberapa jam, melakukan koreksi terhadap kerjaan yang semalam, kemudian sorenya sekitar jam 4, disuruh menanda tangani kuitansi, dan gaji satu bulan pun diterima. Wah, senang sekali, beberapa rencana pasti akan terlaksana dengan modal gaji satu bulan ini.
Tiga buah rencana beberapa hari kedepan menghabiskan setengah dari gajiku. Wah, sial, padahal seluruh gajiku tak cukup untuk kebutuhanku selama satu bulan. Aku berencana mencari penghasilan tambahan, tapi sayang sekali, sang MALAS masih terlalu perkasa untuk dikalahkan. Setiap ku mulai mengerjakan sesuatu, paling lama sepuluh menit, sang MALAS menyerang, dan aku terlalu lemah, sehingga langsung kalah.
Sepertinya sang OTAK perlu penyegaran, sehingga nantinya bisa mendapatkan ide yang bagus. Tapi penyegaran yang bagaimana yang bisa membuat sang OTAK semangat lagi?
Jam 15.10 ditulis saat mencari cara menyegarkan otak.