Selamat Datang

Selamat datang, selamat membaca ceritaku yang sederhana

10 Juli 2015

Hari Malas-Malasan

Jam 22.02, ditulis saat lagi memikirkan beberapa kesalahan beberapa bulan yang lalu.

Kesalahan karena ketidakjujuran. Sekali tidak jujur, setelahnya akan mengakibatkan ketidakjujuran yang lain terjadi, karena menutupi ketidakjujuran yang pertama. Masih bagus kalau ketidakjujuran terhadap hal yang sifatnya positif.

Akan tetapi segala ketidakjujuran pasti berdampak negatif. Jadi sang OTAK ini perlu dilatih kembali, diubah cara bekerjanya, agar dapat bekerja dan menghasilkan suatu kejujuran.

Hari ini adalah salah satu hari termalas yang kujalani. Hari yang dilewati dengan ketidakjujuran. Ketidakjujuran terhadap pekerjaan. Rencana dari pagi mau melanjutkan pekerjaan yang semalam, eh, sang MALAS datang bersama dengan sang GAME membawa teman baru mereka sang NAFSU 😀, menyerang dan membuatku terkapar jatuh terbaring di atas tikar. Alhasil 70% dari waktu matahari menampakkan wajahnya terlewati dalam posisi punggung tertempel dengan tikar. Satu hari yang terbuang sia-sia.

Terpaksa harus bekerja ekstra besok pagi, menyelesaikan gambar yang dikerjakan dua hari yang lalu. Karena besok waktunya bertemu sang BOS, dan pasti menanyakan hasilnya. Wah gawat. 😕

Hal seperti ini sudah sering terjadi selama ini. Dan kurasakan ini adalah salah satu kegagalanku. Kegagalanku dalam melatih diriku. Kegagalanku dalam melatih pola pikirku. Ini adalah efek bekerja dengan sang AMERIKA dulu. Tapi jika kupikir lebih mendalam ini mungkin sudah menjadi sifatku.

Ku ingin berubah dari kegagalan ini. Apa pernah ku coba?

Aku berpikir, mengingat-ingat.

Wah, sial, aku belum pernah mencobanya.

DASAR SANG PEMALAS. Aku menghujat diriku.

Sang MALAS rupanya telah mendirikan kerajaan di sebuah wilayah dalam sang OTAK. Mencoba memperluas kerajaan. Menyerang dengan taktik MENUNDA-NUNDA, menumbuhkan kepercayaan dengan mengatakan MASIH ADA WAKTU, dan dengan jurus ampuhnya menggunakan bantuan sang GAME, aku terlena. Kerajaannya sedikit demi sedikit meluas, dan ternyata menguasai hampir 70% wilayah dalam sang OTAK. Kenapa baru ku sadari? Ataukah sudah kusadari dan aku membiarkannya?

Wah, ini darurat sekali, SIAGA 1.

Aku harus melawannya, atau sang OTAK akan dikuasai oleh sang MALAS, dan aku akan terlihat sebagai ORANG TAK BERGUNA.

Aku harus belajar jurus baru, aku harus berlatih pelan-pelan, kemudian berjuang menguasai kembali sedikit demi sedikit wilayah dalam sang OTAK yang telah dikuasai sang MALAS.

Terbersit keinginan untuk mencari guru yang bisa mengajarkan jurus paling ampuh, sehingga bisa menguasai dalam satu serangan. Tapi apakah ada? Perlu pencarian khusus.

Terpikirkan juga strategi yang mungkin ampuh, yaitu dengan mengeset julukan menjadi YANG TERKUTUK jika sampai kalah dan sang MALAS menjadi penguasa penuh wilayah dalam sang OTAK.

AKU JANGAN SAMPAI KALAH.

Aku harus mengubah diriku, pelan-pelan akan kumanfaatkan waktuku sebaik-baiknya dan kukalahkan sang MALAS. Terbersit keinginan untuk berjanji pada Tuhan bahwa aku akan melakukannya, mungkin itu akan memacu diriku, karena perjanjian dengan Tuhan adalah mutlak dan harus dijalani.

Tapi semua harus dengan bantuan Tuhan, aku percaya kuasa keajaibanNya pasti akan membantuku, jadi pertama-tama keinginanku ini kudoakan dan kuserahkan pada Tuhan, semoga Tuhan memberkati.

MISI UTAMA : MENGALAHKAN SANG MALAS

Jam 22.59, via android blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar