Jam 18.21, ditulis saat orang-orang di sekitar rumah yang berbeda kepercayaan denganku, sedang menunggu tanda mulai makan.
Ditulis di samping kipas angin yang otomatis mati jika jatuh atau terbalik, karena dilengkapi sistem zone breaker.
Ku set timer ke angka 30, sebagai pengingat jika nanti kipas angin telah mati, itu tandanya aku telah menulis selama 30 menit.
Ini adalah efek mulai ketagihan menulis cerita, segala sesuatu ingin ditulis, segala sesuatu yg dikerjakan harus ada cerita uniknya. Sampai-sampai dalam berpikir pun, yang dipikirkan harus dapat diceritakan, walau tak harus sistematis, yang penting mengandung hal menarik yang membuat sang OTAK bekerja walau sedikit.
Semoga efek bercerita ini membawa dampak baik, meskipun sedikit, yang penting mampu menjadi sedikit modal menjadi penulis buku nantinya.
Aku telah mengeset goal ku, di masa yg akan datang, setelah ku selesaikan sekolah prasarjanaku, aku harus mampu menulis buku tentang ilmu yg ku dalami selama sekolah prasarjanaku, minimal satu.
Mengenai sekolah prasarjanaku akan kuceritakan di masa yg akan datang, karena masih belum kujalani, karena kuliahnya baru akan dimulai 1 september nanti.
Asyik, jadi mahasiswa lagi. Heheheheh
Ngomong-ngomong soal jadi mahasiswa, setelah di wisuda sekitar 3 bulan yg lalu, dan mulai bekerja, aku jadi kangen untuk kuliah lagi. Rasanya ingin belajar lagi, kangen duduk di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan dari dosen. Karena rasa itu, ku putuskan untuk jadi mahasiswa lagi.
Jam 18.45 pengumuman untuk mulai makan telah terdengar dari loudspeaker rumah ibadah orang yang berkepercayaan lain denganku.
Lanjut. Aku ingin belajar hal-hal baru lagi. Ku ingat cita-citaku ketika ayahku masih ada, bahwa ku ingin punya gelar Professor, jadi niatku untuk jadi mahasiswa lagi menjadi bulat.
Jam 18.47 sang kipas telah berhenti, terlalu cepat dari waktu yang diatur. Ternyata timernya tidak berfungsi dengan tepat. Ku set ke huruf ON, supaya tetap hidup, karena ku rasa yang kuceritakan masih panjang.
Mudah-mudahan setelah menjadi mahasiswa lagi aku dapat ilmu yg baru, dari dosen-dosen yg jika di nilai dari status kampusnya adalah dosen-dosen yang hebat. Walaupun aku tidak yakin mereka lebih hebat dari dosen-dosen sarjanaku, tapi akan ku nilai nantinya.
Masih ada yang ingin ku ceritakan dalam satu judul cerita ini, namun harus kuhentikan, karena beras telah habis, dan adikku perempuan cemberut, karena ku bercandai tidak kuberi uang untuk membeli beras, dia takut kelaparan, meronta ingin makan tepat waktu. Jadi aku harus bergegas membeli beras, sebagai tanggung jawab menjadi abang yang baik.
Jam 19.11; Ditulis via android blogger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar