Selamat Datang

Selamat datang, selamat membaca ceritaku yang sederhana

18 Agustus 2015

Hidup sebagai anak-anak terang

Efesus 5:1-21 (TB)
1) Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
2) dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
3) Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
4) Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
5) Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6) Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
7) Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8) Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
9) karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
10) dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11) Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
12) Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
13) Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14) Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
18) Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
19) dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
20) Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
21) dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

16 Juli 2015

Senin Selasa Rabu dan Kamis Mengemis Malas Agar Berbau Amis

Kamis 14.23 (16/7/2015) Wah, tiga hari tak menulis cerita. Sang MALAS menyerang, aku tak kuasa, dia menyerang pusat saraf ideku, sehingga aku tak mendapatkan ide apa yang harus ku kerjakan untuk menghasilkan sesuatu. Penghasilan tambahan misalnya.

Cerita dari tiga hari yang lalu.

Hari Senin. Hari yang diharapkan sebagai hari gajian rupanya bukan, sang BOS menundanya, katanya gajian hari rabu, hari terakhir bekerja dalam 1 minggu ini, karena hari jumat sampai selasa libur, karena hari raya kepercayaan sebelah. Wah, semua rencana di hari sabtu yang lalu tak berjalan sesuai keinginan. Kecewa. Apalagi duit tinggal 75 ribu. Terpaksa mengakali dengan membeli satu pack/lusin telur dan 2 bungkus mi instant, sebagai rencana lauk dalam tiga hari kedepan.

Hari Selasa sarapan dengan mi instant. Dan kemudian siangnya kerja di tempat sang BOS. Sorenya aku terkejut, adekku yang kemarin ku pinjam uangnya datang ke rumah kontrakan kami, rupanya mereka libur. Wah, kupikir mau nagih yang kujanjikan kemarin, heheh. Kulanjutkan kerjaanku yang dari tempat sang BOS, agar besok cepat selesai jadi hari kamis tak perlu ke rumah sang BOS lagi. Karena kata sang BOS jika selesai rabu, maka tak perlu kerja hari kamis, sekalian libur sampai selasa, hari rabu depan baru kerja lagi.

Hari Rabu, paginya kulanjutkan kerjaan yang semalam, jam 10 lebih selesai juga. Siangnya jam 12 ke rumah sang BOS, karena semalam disuruh agar cepat datang, biar cepat pulang. Wah, aku sih merasa senang kalau begitu. Di jalan macet sekali, karena orang-orang sibuk berbelanja untuk kebutuhan perayaan hari raya mereka. Sampai juga di tempat sang BOS setelah satu jam perjalanan. Bekerja beberapa jam, melakukan koreksi terhadap kerjaan yang semalam, kemudian sorenya sekitar jam 4, disuruh menanda tangani kuitansi, dan gaji satu bulan pun diterima. Wah, senang sekali, beberapa rencana pasti akan terlaksana dengan modal gaji satu bulan ini.

Tiga buah rencana beberapa hari kedepan menghabiskan setengah dari gajiku. Wah, sial, padahal seluruh gajiku tak cukup untuk kebutuhanku selama satu bulan. Aku berencana mencari penghasilan tambahan, tapi sayang sekali, sang MALAS masih terlalu perkasa untuk dikalahkan. Setiap ku mulai mengerjakan sesuatu, paling lama sepuluh menit, sang MALAS menyerang, dan aku terlalu lemah, sehingga langsung kalah.

Sepertinya sang OTAK perlu penyegaran, sehingga nantinya bisa mendapatkan ide yang bagus. Tapi penyegaran yang bagaimana yang bisa membuat sang OTAK semangat lagi?

Jam 15.10 ditulis saat mencari cara menyegarkan otak.

13 Juli 2015

Mencintai Tuhan Yesus adalah Keputusanku Sendiri

Jam 23.51 (12/7/2015) Hari minggu yang penuh berkat.

Walaupun tak ke gereja, tapi Tuhan Yesus masih mau membimbing dan mengajarkan diriku ini tentang kebenaran akan diriNya dengan cara yang luar biasa.

Hari ini kuhabiskan dengan melanjutkan pekerjaanku yang semalam, kemudian menonton 3 film komedi di YouTube. Kemudian aku membuka facebook, dan ada salah seorang teman yang mengeshare sebuah post di sebuah blog tentang kesaksian rohani kristen. Post di blog tersebut menceritakan sebuah acara di sebuah saluran televisi swasta yang bertujuan untuk uji nyali, yang diikuti oleh seorang perempuan Kristen dan seorang laki-laki dari agama sebelah.

Singkat cerita selama uji nyali tersebut dilakukan sang perempuan menyebut-nyebut nama Tuhan Yesus dan kemudian menyanyikan sebuah lagu rohani, yang kemungkinan besar dilakukannya karena efek kebiasaannya dan kepercayaannya yang besar kepada Tuhan Yesus, bahwa Tuhan Yesus mau membantu menjaga dia dari makhluk-makhluk dunia lain yang kemungkinan ada disitu (sang perempuan menceritakan benda-benda disekitarnya bergerak sendiri). Dan kemungkinan besar ia ditolong oleh Tuhan Yesus dan ia sama sekali tidak diganggu.

Akan tetapi laki-laki yang berada di ruangan sebelah yang malah kerasukan, yang kesimpulan akhirnya setelah ditanya-tanya oleh sang pembawa acara, laki-laki tersebut dirasuki oleh siluman kera dan kemudian siluman ular, secara bergantian, yang kemudian diusir oleh seorang ahli dari agama sebelah. (Wah, ngeri juga ya, asli atau cuma rekayasakah? )

Cerita mengenai kejadian itu rupanya banyak menimbulkan komentar dari beberapa orang yang beragama sebelah. Sebagian besar isi komentar mereka tentang agama merekalah yang paling benar. Kemudian menghina dan menyangkal bahwa Yesus bukanlah Tuhan, dengan mengeluarkan ayat-ayat dari kitab mereka, dan juga ayat dari Alkitab yang hanya mereka kutip sepenggal-sepenggal.

Membaca komentar-komentar mereka malah membuat orang seperti saya yang punya OTAK labil menjadi goyah. Apalagi beberapa hari yang lalu aku sempat membaca sebuah rangkuman dialog debat antara seorang Pendeta dengan seorang perempuan yang dulu Kristen dan sekarang beragama sebelah dan kemudian menentang ajaran Kristen. Dan dalam dialog tersebut sang Pendeta kalah, karena rupanya sang perempuan ini sudah menghafal seluruh isi Alkitab, dan tahu ayat dalam Alkitab mana yang dapat mengalahkan sang pendeta dalam debat itu.

Wah, bagaimana mungkin seorang yang menghafal seluruh isi Alkitab berpaling dari Tuhan Yesus? Itulah pertanyaan terbesarku saat itu pada Tuhan Yesus. Tak lama, aku mendapatkan bisikan dalam hati kecilku tentang jawaban akan pertanyaan itu. Rupanya sang perempuan itu pernah sekali diberi ujian oleh Tuhan Yesus dan ia gagal melewati ujian itu. Ujian itu terjadi ketika sang perempuan ini berdoa meminta sesuatu dan ia tidak mendapatkannya, yang kemudian berujung pada penyangkalan dan keraguannya akan Tuhan Yesus.

Sungguh sangat disayangkan. Semoga ia bisa menemukan jalan kembali ke rumahnya yang sesungguhnya, karena ia ibarat anak yang hilang, dan jika ia mau kembali, Tuhan Yesus sebagai Bapa akan selalu menerimanya kembali. Amin

Kembali ke komentar-komentar pada cerita sebelumnya. Ya, para komentator dari agama sebelah memang pandai membangun keraguan, jika salah-salah menanggapi dan terbawa suasana, orang yang punya OTAK labil seperti aku ini bisa mengalami keraguan seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi. Untung saja Tuhan Yesus masih dan aku percaya akan selalu membimbingku dan tidak akan melepaskanku.

Ketika kubaca komentar-komentar sampai kebawah aku mendapatkan sebuah komentar yang paling bagus dan secara keseluruhan bersifat netral, akan tetapi ada sesuatu yang tepat menusuk hati kecilku.

" Saya kristen, terlepas dari siapa Yesus sesungguh nya di akhir nanti itu tidak masalah, sekalipun keyakinan saya yg harus salah dan keliru pada akhir nya nanti itu tidak mengapa sebab mencintai Nya adalah keputusan saya sendiri ( love Him with all my heart,soul, and mind), dan konsekuensi nya juga saya yg jalani nanti :) "

Komentar itu membuatku merinding, membuat hatiku menangis, mataku pun menangis, menyesali kenapa aku kadang-kadang meragukanNya. Padahal sudah kurasakan jelas selama aku bernafas betapa besar kasih sayangNya padaku. Aku ingat bahwa pernah aku terpuruk dan Dia mengingatkanku dengan kasihNya dan kemudian menyemangatiku kembali. Begitu banyak berkat yang kuterima dariNya. Apa yang kuminta dalam namaNya selalu kudapatkan. Dan semua yang kulalui selama ini telah diberkatiNya dan kurasakan adalah yang terbaik untukku.

TERIMA KASIH TUHAN YESUS ☺

MENCINTAIMU TUHAN ADALAH KEPUTUSANKU SENDIRI, DAN SEGALA KONSEKUENSINYA AKAN KUJALANI, DAN KUPERCAYA BAHWA SEMUA ITU BAIK ADANYA 😊

Jam 01.15 (13/7/2015) Tuhan Yesus Memberkati

12 Juli 2015

Kenekatan Perlu Rencana

Jam 23.09 (11/7/2015) Belum tahu topik cerita apa yang mau ditulis. Nekat, memulai mengetik-ngetik, mana tahu dapat topik ketika sedang mengetik.

Ngomong-ngomong soal nekat, kalau sang OTAK disuruh mengingat-ingat kapan dan dimana aku pernah nekat melakukan sesuatu, pasti akan lama dan susah. Karena aku jarang melakukan sesuatu yang nekat, dan jika pernah pasti sudah lama sekali, sehingga untuk mengingatnya sang OTAK perlu bor canggih untuk menggalinya dalam memori.

Kadang kenekatan diperlukan, karena bersifat lebih langsung beraksi, daripada hanya diam dan menghabiskan waktu hanya untuk berpikir. Kenekatan terjadi ketika ada energi yang melemahkan rasa takut, khususnya takut adanya resiko negatif.

Sebaiknya sebelum melakukan sesuatu hal yang nekat, sang OTAK perlu disuruh untuk menganalisa apa resiko yang akan terjadi. Apakah bersifat positif atau negatif? Jika kedua resiko ada,  misalnya ada resiko negatif dan positif, resiko tersebut perlu dianalisa dan dipersentasekan. Berapa persen resiko negatif dan berapa persen resiko positif. Jika resiko positif lebih besar, maka hal nekat itu bisa dilakukan. Tapi jika resiko negatif lebih besar, maka perlu dipertimbangkan lagi secara rasional apakah hal nekat itu perlu dilakukan atau tidak. Intinya sebelum melakukan hal yang nekat, maka perlu adanya analisa terhadap resiko yang akan terjadi.

Berbicara tentang apa yang akan terjadi, sebenarnya adalah hal yang mengandung ketidakpastian. Kadang yang kita pikirkan akan terjadi (berdasarkan pengalaman atau pengetahuan) bisa saja berubah dan berbeda.

Dari pandangan iman terhadap Tuhan, hanyalah Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan dalam hidup kita. Manusia merencanakan Tuhan-lah yang menentukan. Segala rencana harus diserahkan kepada Tuhan, agar diberkati dan berhasil positif.

Berbicara tentang rencana, hari ini adalah salah satu hari yang berjalan tidak sesuai dengan rencana. Semalam diperkirakan akan bekerja seperti biasa, eh, sebelum jam 12 siang datang SMS dari sang BOS bahwa hari ini hari istrahat. Wah, padahal hari ini jika mengikuti tanggalnya adalah hari gajian. Wah, nggak jadi gajian deh. Terpaksa nunggu hari senin. Mudah-mudahan hari senin gajian, karena persediaan duit sudah mulai habis, dompet sudah tipis, ringan tak ada isi.

Padahal sebelumnya sudah ada janji untuk membantu seorang saudara, dia butuh uang untuk mendaftarkan putrinya ke SMP. Wah, terpaksa mikir cepat lagi. Untung teringat bahwa sebelumnya sudah mengirim uang ke adek yang tinggal di asrama. Coba tanya-tanya, untung masih belum dipakai, jadi aku bilang pinjam dan ku rencanakan akan menggantinya hari senin atau selasa, dan ku suruh untuk di transfer sebesar jumlah yang diminta sang SAUDARA.

Sorenya ditransfer, dan langsung ku tarik, ku antar langsung ke rumah sang SAUDARA. Sudah kurencanakan sebelumnya kalau aku tidak perlu singgah dan lama di rumah sang SAUDARA, aku hanya perlu mengantar uang yang dibutuhkan, karena tak mau membuat repot. Hanya satu rencana ini yang berjalan sesuai dengan yang diharapkan terjadi.

Kurencanakan uang itu akan kuganti ke adekku hari senin atau selasa, dengan dasar harapan semoga hari senin gajian. ☺

SEMOGA SENIN GAJIAN

Jam 23.52 (11/7/2015), ditulis sambil mendengarkan acara Entertainment News di NET, berita pertama tentang beberapa boyband dan girlband korea selatan yang akan comeback pertengahan tahun 2015 ini.

Topik yang didapat : NEKAT

Ditulis via android Blogger

10 Juli 2015

Hari Malas-Malasan

Jam 22.02, ditulis saat lagi memikirkan beberapa kesalahan beberapa bulan yang lalu.

Kesalahan karena ketidakjujuran. Sekali tidak jujur, setelahnya akan mengakibatkan ketidakjujuran yang lain terjadi, karena menutupi ketidakjujuran yang pertama. Masih bagus kalau ketidakjujuran terhadap hal yang sifatnya positif.

Akan tetapi segala ketidakjujuran pasti berdampak negatif. Jadi sang OTAK ini perlu dilatih kembali, diubah cara bekerjanya, agar dapat bekerja dan menghasilkan suatu kejujuran.

Hari ini adalah salah satu hari termalas yang kujalani. Hari yang dilewati dengan ketidakjujuran. Ketidakjujuran terhadap pekerjaan. Rencana dari pagi mau melanjutkan pekerjaan yang semalam, eh, sang MALAS datang bersama dengan sang GAME membawa teman baru mereka sang NAFSU 😀, menyerang dan membuatku terkapar jatuh terbaring di atas tikar. Alhasil 70% dari waktu matahari menampakkan wajahnya terlewati dalam posisi punggung tertempel dengan tikar. Satu hari yang terbuang sia-sia.

Terpaksa harus bekerja ekstra besok pagi, menyelesaikan gambar yang dikerjakan dua hari yang lalu. Karena besok waktunya bertemu sang BOS, dan pasti menanyakan hasilnya. Wah gawat. 😕

Hal seperti ini sudah sering terjadi selama ini. Dan kurasakan ini adalah salah satu kegagalanku. Kegagalanku dalam melatih diriku. Kegagalanku dalam melatih pola pikirku. Ini adalah efek bekerja dengan sang AMERIKA dulu. Tapi jika kupikir lebih mendalam ini mungkin sudah menjadi sifatku.

Ku ingin berubah dari kegagalan ini. Apa pernah ku coba?

Aku berpikir, mengingat-ingat.

Wah, sial, aku belum pernah mencobanya.

DASAR SANG PEMALAS. Aku menghujat diriku.

Sang MALAS rupanya telah mendirikan kerajaan di sebuah wilayah dalam sang OTAK. Mencoba memperluas kerajaan. Menyerang dengan taktik MENUNDA-NUNDA, menumbuhkan kepercayaan dengan mengatakan MASIH ADA WAKTU, dan dengan jurus ampuhnya menggunakan bantuan sang GAME, aku terlena. Kerajaannya sedikit demi sedikit meluas, dan ternyata menguasai hampir 70% wilayah dalam sang OTAK. Kenapa baru ku sadari? Ataukah sudah kusadari dan aku membiarkannya?

Wah, ini darurat sekali, SIAGA 1.

Aku harus melawannya, atau sang OTAK akan dikuasai oleh sang MALAS, dan aku akan terlihat sebagai ORANG TAK BERGUNA.

Aku harus belajar jurus baru, aku harus berlatih pelan-pelan, kemudian berjuang menguasai kembali sedikit demi sedikit wilayah dalam sang OTAK yang telah dikuasai sang MALAS.

Terbersit keinginan untuk mencari guru yang bisa mengajarkan jurus paling ampuh, sehingga bisa menguasai dalam satu serangan. Tapi apakah ada? Perlu pencarian khusus.

Terpikirkan juga strategi yang mungkin ampuh, yaitu dengan mengeset julukan menjadi YANG TERKUTUK jika sampai kalah dan sang MALAS menjadi penguasa penuh wilayah dalam sang OTAK.

AKU JANGAN SAMPAI KALAH.

Aku harus mengubah diriku, pelan-pelan akan kumanfaatkan waktuku sebaik-baiknya dan kukalahkan sang MALAS. Terbersit keinginan untuk berjanji pada Tuhan bahwa aku akan melakukannya, mungkin itu akan memacu diriku, karena perjanjian dengan Tuhan adalah mutlak dan harus dijalani.

Tapi semua harus dengan bantuan Tuhan, aku percaya kuasa keajaibanNya pasti akan membantuku, jadi pertama-tama keinginanku ini kudoakan dan kuserahkan pada Tuhan, semoga Tuhan memberkati.

MISI UTAMA : MENGALAHKAN SANG MALAS

Jam 22.59, via android blogger

09 Juli 2015

Efek Mulai Bercerita

Jam 18.21, ditulis saat orang-orang di sekitar rumah yang berbeda kepercayaan denganku, sedang menunggu tanda mulai makan.

Ditulis di samping kipas angin yang otomatis mati jika jatuh atau terbalik, karena dilengkapi sistem zone breaker.
Ku set timer ke angka 30, sebagai pengingat jika nanti kipas angin telah mati, itu tandanya aku telah menulis selama 30 menit.

Ini adalah efek mulai ketagihan menulis cerita, segala sesuatu ingin ditulis, segala sesuatu yg dikerjakan harus ada cerita uniknya. Sampai-sampai dalam berpikir pun, yang dipikirkan harus dapat diceritakan, walau tak harus sistematis, yang penting mengandung hal menarik yang membuat sang OTAK bekerja walau sedikit.

Semoga efek bercerita ini membawa dampak baik, meskipun sedikit, yang penting mampu menjadi sedikit modal menjadi penulis buku nantinya.

Aku telah mengeset goal ku, di masa yg akan datang, setelah ku selesaikan sekolah prasarjanaku, aku harus mampu menulis buku tentang ilmu yg ku dalami selama sekolah prasarjanaku, minimal satu.

Mengenai sekolah prasarjanaku akan kuceritakan di masa yg akan datang, karena masih belum kujalani, karena kuliahnya baru akan dimulai 1 september nanti.

Asyik, jadi mahasiswa lagi. Heheheheh

Ngomong-ngomong soal jadi mahasiswa, setelah di wisuda sekitar 3 bulan yg lalu, dan mulai bekerja, aku jadi kangen untuk kuliah lagi. Rasanya ingin belajar lagi, kangen duduk di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan dari dosen. Karena rasa itu, ku putuskan untuk jadi mahasiswa lagi.

Jam 18.45 pengumuman untuk mulai makan telah terdengar dari loudspeaker rumah ibadah orang yang berkepercayaan lain denganku.

Lanjut. Aku ingin belajar hal-hal baru lagi. Ku ingat cita-citaku ketika ayahku masih ada, bahwa ku ingin punya gelar Professor, jadi niatku untuk jadi mahasiswa lagi menjadi bulat.

Jam 18.47 sang kipas telah berhenti, terlalu cepat dari waktu yang diatur. Ternyata timernya tidak berfungsi dengan tepat. Ku set ke huruf ON, supaya tetap hidup, karena ku rasa yang kuceritakan masih panjang.

Mudah-mudahan setelah menjadi mahasiswa lagi aku dapat ilmu yg baru, dari dosen-dosen yg jika di nilai dari status kampusnya adalah dosen-dosen yang hebat. Walaupun aku tidak yakin mereka lebih hebat dari dosen-dosen sarjanaku, tapi akan ku nilai nantinya.

Masih ada yang ingin ku ceritakan dalam satu judul cerita ini, namun harus kuhentikan, karena beras telah habis, dan adikku perempuan cemberut, karena ku bercandai tidak kuberi uang untuk membeli beras, dia takut kelaparan, meronta ingin makan tepat waktu. Jadi aku harus bergegas membeli beras, sebagai tanggung jawab menjadi abang yang baik.

Jam 19.11; Ditulis via android blogger.

Cerita Pagi Ini 2

Ini ceritaku yang ke-2 pagi ini.
Ku tulis sambil merebahkan diriku di tikar tempat tidurku yang sederhana.
Ku mulai menulis pukul 3.29, berharap dapat selesai sebelum kantuk menyerangku.
Ku tulis disaat orang-orang yg berbeda kepercayaan denganku, sedang asik makan, mempersiapkan diri untuk tidak makan sampai sore nanti.
Aku akan menceritakan tentang pandanganku tentang kepercayaan pada cerita-cerita yg akan datang.

Aku menyambung cerita pagi ini ke bagian 2, karena ceritaku pagi ini yang bagian pertama ada hal yg kurang efektif ku temukan. <- (efektif dimananya ??)
Jika sang OTAK berpikir lambat karena belum menguasai teknologi, ia akan mungkin berpikir bahwa yg kurang efektif adalah ceritanya.
Tapi mohon maaf, dalam cerita-cerita di blog ini tidak perlu dikoreksi keefektifannya, karena sengaja dibuat demikian, banyak mengandung pertanyaan, dibuat kurang jelas agar susah dipahami, biar sang OTAK melakukan kerjanya.

Berbicara mengenai sang OTAK, jika sang OTAK menguasai teknologi, ia akan tahu bahwa ke efektifannya rupanya ada pada cara menulis di blog ini. Di post sebelumnya tadi menggunakan cara post via email.

Rupanya setelah di post menggunakan email via aplikasi Inbox dan dibuka di blog, susunannya tidak teratur, dan perlu di edit-edit lagi. Wah, jadi banyak kerjaan. Jadi sang OTAK berpikir lagi, dan menemukan ide untuk mencari apa ada aplikasi khusus Blogger di Play Store.

Eh, rupanya ada. Aku install itu aplikasi, dan ku test menulis cerita yang ke 2 ini.

Post ke 2 via aplikasi Blogger.
Selesai pukul 3.51 (22 menit, sang kantuk belum datang dikalahkan sang OTAK yang mulai berpikir tentang cerita lain)

Ceritaku Pagi Ini

Tadi malam jam 23.23 aku terbangun dari tidur tak teraturku.

Aku tertidur dengan hp aktif, dengan game hunter yang masih aktif, energi sang archer sudah kembali ke 5.
Kegiatan yg sama setiap hari, pulang kerja, kalau lagi rajin, langsung terus mandi, klo nggak ya langsung duduk main game. Klo dipikir-pikir, semua ini terasa sia-sia. Waktu terbuang percuma, tak bisa dimanfaatkan.

Apa karena sudah kebiasaan, sehingga tak bisa dirubah.
Apa tak bisa dirubah?
Aku teringat bahwa aku belum mencobanya.
AKAN KUCOBA. <- (keinginanku waktu menulis cerita ini)

Setelah terbangun, aku main game lagi, dengan game berbeda, Lets Get Rich, Mari Kita Kaya terjemahan versiku, wah buang waktu lagi.
Bosan, aku kalah melulu, jadinya gak kaya-kaya.

Aku buka laptopku, ku sambungkan ke hp ku, mau online. Teringat ide beberapa hari yg lalu, untuk membuat blog tempat nulis cerita. Karena belakangan sang OTAK lagi aktif berpikir tentang kehidupan ini. Jadi biar lebih berguna dan dapat diingat bila dibutuhkan, ya perlu dituliskan. Singkatnya jadilah blog cerita sederhana ini.

Biar lebih mudah lagi, aku aktifkan penulisan melalui email, jadi cerita dapat langsung diketik dan dikirim melalui alamat email khusus blog ini. Jadi bisa menggunakan aplikasi email yg ada di hp, ceritanya diketik, dan dikirim ke alamat email itu, dan langsung otomatis muncul di blog ini.

Post ke dua menggunakan post by special email @blogger.com, via aplikasi android Inbox

Cerita Tentang Idola

Beberapa tahun terakhir muncul berbagai grup yang membawa konsep menjadi idola.

Diriku yang dari awal tak kepincut, eh, lama-lama setelah mencoba mengenal mereka, aku menjadi terkesan dan timbul rasa ingin mengidolakan.

Ada seseorang yang dari awal selalu ku idolakan sampai sekarang, dan semoga bertahan sampai beberapa tahun ke depan. heheh

Dibatasai sampai beberapa tahun ke depan saja. Karena setelah beberapa tahun ke depan sang OTAK berharap aktivitas ini berhenti, karena akan ada hal yang lebih penting untuk diprioritaskan.

Cerita pertama di post via email.

Cerita-Cerita

Disini akan ku bagi cerita-cerita hidupku sehari-hari, baik yang penting maupun yang tidak penting.
Untuk catatan-catatanku mengenang hari-hariku nantinya.